Jakarta - Pengurus Sinode Gereja Bethel Injili Nusantara melakukan pertemuan dengan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta pada Minggu, 18 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung pukul 10.15 WIB ini berlangsung dalam suasana damai dan penuh kegembiraan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum GBIN Pdt. Dr. Melianus Kakiay bersama istri Pdm. Eva Tan, Sekretaris 1 Pdt. Agustinus Samalle S.Th, Bendahara Umum Pdt. Jemmy Alfons S.Th, Penasehat Pdt. Dr. Bertty Momor, dan Ketua BPD DKI Pdt. Jeremias Panggabean M.Th

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pentingnya menjaga perdamaian di Indonesia. Ia juga berbagi pengalaman bahwa sejumlah negara pernah meminta dirinya untuk mengambil peran aktif dalam proses negosiasi perdamaian di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum GBIN Pdt. Dr. Melianus Kakiay menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi momentum kerja sama antara gereja dan negara dalam mewujudkan perdamaian di Nusantara, khususnya di Papua.

“Papua merindukan kedamaian yang nyata, bukan hanya di atas kertas. Gereja ada di tengah masyarakat, mendengar impian, harapan, dan doa mereka setiap hari. Kami percaya, ketika gereja, tokoh adat, pemuda, dan pemerintah mau duduk bersama, ruang dialog akan terbuka dan rasa saling percaya bisa dibangun kembali,” ujar Pdt. Melianus.

Ia menegaskan bahwa perdamaian di Papua harus dimulai dari menghargai identitas budaya, membuka akses pendidikan dan ekonomi, serta memastikan setiap warga negara merasa aman di tanahnya sendiri. Ketum GBIN berharap Jusuf Kalla dapat mengambil bagian secara langsung dalam upaya perdamaian di wilayah tersebut, mengingat rekam jejaknya sebagai perantara dalam berbagai proses perdamaian di Indonesia.

Sebagai penutup, Jusuf Kalla menyerahkan buku berjudul  “Perdamaian Ala JK” secara simbolis kepada Ketua Umum GBIN. Secara khusus, Pdt. Melianus Kakiay juga memimpin doa untuk Jusuf Kalla yang baru saja merayakan ulang tahun ke-84 pada 15 Mei 2026.

Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus Sinode GBIN dan mantan Wakil Presiden RI tersebut. Kedua pihak berharap pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan Papua yang damai dan sejahtera.